Pengalaman mendengar suara adzan secara tiba-tiba tanpa sumber yang jelas merupakan fenomena yang dialami sebagian muslim.
Dalam perspektif Islam, hal ini memiliki sejumlah penafsiran spiritual yang patut direnungkan.
Telinga Seperti Mendengar Suara Adza
Menurut sejumlah ulama, ketika seseorang merasa mendengar suara adzan tanpa sebab nyata, hal ini bisa menjadi isyarat bahwa hatinya sedang rindu kepada Allah SWT dan ibadah.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Madarij as-Salikin menyebutkan bahwa hati yang hidup akan selalu merespons panggilan ilahi, bahkan dalam bentuk persepsi batin sekalipun.
Islam mengajarkan bahwa setiap kali mendengar adzan baik secara fisik maupun dalam persepsi batin seorang muslim dianjurkan untuk menjawabnya (ijaabatul adzan)
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Muslim no. 384: "Jika kalian mendengar muadzin, ucapkanlah seperti yang ia ucapkan."
Secara medis, fenomena ini bisa berkaitan dengan auditory hallucination ringan akibat kelelahan atau kurang tidur.
Namun dalam Islam, tidak semua pengalaman batin langsung ditolak; yang penting adalah respons seseorang hendaknya ia berwudhu, shalat, atau berzikir, bukan menjadikannya sebagai tanda kewalian yang berlebihan.
Penutup
Fenomena telinga seperti mendengar adzan dalam Islam lebih baik disikapi sebagai pengingat (tadzkirah) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Islam mengajarkan keseimbangan antara dimensi spiritual dan rasional, sehingga pengalaman semacam ini hendaknya mendorong peningkatan kualitas ibadah, bukan menimbulkan kegelisahan.

Komentar
Posting Komentar